NAMAKU NALARA ( Kisah Nyata)

GADIS MALANG                 


7 tahun lalu seorang gadis kecil yg masih sangat polos dan belum tahu bagaimana riuh pikuknya kehidupan dan bagaimana kejamnya dunia. Ya 7 tahun lalu dimana semuanya baik baik saja dan keluarganya yg masih utuh dan harmonis.

Namun semua itu tidak bertahan lama ketika ayahnya lebih memilih perempuan lain dari pada ibuku sendiri.lalu, disitulah kisah gadis ini di mulai.

Panggil saja Nalara, Gadis kecil yang malang, aku harus kehilangan kasih sayang seorang ayah di usiaku yang masih menginjak 7 tahun karena seorang wanita yang merebut ayahku dariku dan ibuku lalu disitulah ibuku menjalankan 2 peran sekaligus sebagai ayah dan ibuku.

Tetapi itu bukan alasanku untuk membenci ayahku. Aku memang marah dan kecewa tapi itu bukan berarti aku harus membenci ayah ku, dia cinta pertamaku walaupun juga patah hati pertamaku.

Tapi tidak dengan ibuku, ia sangat membenci ayahku dan sangat kecewa padanya. Bagiamana tidak ia lebih memilih wanita lain daripada keluarganya sendiri.

Semenjak ia pergi bersama wanita itu, aku sama sekali tidak pernah mendengar kabarnya lagi. waktu berjalan begitu cepat, Setahun kemudian saat aku sedang bermain di teras rumah ku, tiba tiba tetangga ku berlari ke arah ku dengan wajah yang susah untuk di tebak " Lara kamu sudah tahu?" Aku sungguh kebingungan dengan apa yang di maksud oleh tetanggaku "tauu apa Tante?" Dengan wajah yang susah untuk di tebak tetanggaku bilang " ayah kamu meninggal" aku mendapatkan kabar bahwa dia telah tiada (meninggal) waktu itu aku berumur 9 tahun.

Seketika badanku lemas dan bergetar hebat ketika mendengar kabarnya. Aku menangis sejadi jadinya saat itu masih belum percaya ayah ku pergi secepat itu.

Saat itu aku tidak berlarut-larut dalam kesedihan ku terus menerus karena masih ada ibuku yang mengsupport ku walaupun sedikit iri dengan mereka yang masih punya ayah di usianya yang masih dini sedangkan aku kehilangan kasih sayangnya ketika berumur 7 tahun dan kehilangan sosoknya di umur 9 tahun.

Ibuku adalah seorang wanita yang hebat ia merawat dan membesarkan ku sendirian, saat itu, Alhamdulillah hidupku berkecukupan sehingga apa yang aku inginkan pasti ibuku kabulkan.

Walaupun kadang kadang ia kasihan pada gadis kecilnya ini iaa harus besar tanpa figur ayah. Beranjak dewasa tanpa sosok ayah memang sangat susah.

Kadang kala aku harus menahan sesak melihat mereka bercanda tawa dengan ayahnya, kadang kala aku harus menahan iri ketika melihat mereka di jadikan bak seorang ratu oleh ayah mereka,dan kadang kala aku harus menahan air mataku untuk tidak mengalir ketika teringat sosoknya.

Tetapi setidaknya aku memiliki seorang wanita hebat yang menjalankan 2 peran sekaligus.

Ya dia ibuku wanita cantikku, wanita hebatku,wanita kuatku,dan wanita segalanya untukku. Waktu berjalan begitu cepat gadis kecil ini telah memasuki sekolah menengah. ya saat itu aku sudah menginjak bangku Sekolah menengah pertama namun kukira masa SMP adalah masa yang sangat menyenangkan ternyata aku salah masa SMP yang ku bayangkan akan sangat menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk.

Memang saat kls 1 dan 2 sangat menyenangkan waktu itu tetapi saat aku duduk di bangku kelas 3 SMP semua menjadi mimpi buruk. Ibuku jatuh sakit ia mengidap penyakit jantung dan meninggalkan gadis kecil yang malangnya ini sendiri disini.

Masih teringat jelas wajah teduh seorang wanita yang sangat saya cinta berubah menjadi pucat, masih teringat jelas kain putih itu menutupi seluruh tubuhnya yang sudah terbaring kaku,dan masih teringat jelas tanah basah itu mengubur tubuh sosok yang paling mencintaiku,sosok yang paling menyayangiku,dan sosok yang paling penting di hidupku. dan mulai saat itu dunia dunia ku hancur dan tidak pernah merasa baik baik saja.

Aku merasa gagal menjadi seorang anak karena aku di kalahkan oleh umur kedua orang tuaku disaat aku belum bisa menjadi apa-apa dan belum bisa membahagiakan mereka.tetapi semesta telah mengambilnya dariku, merebut sosok yang paling saya cintai, sosok yang paling penting dan segalanya di hidupku.

Kadang aku merasa takdir tuhan tidak adil, kenapa harus ibuku yang pergi? Aku tidak masalah jika kehilangan apapun yang kumiliki tapi ibuku jangan  tuhan, kenapa harus dia yang pergi. Sebagian hidup ku akan pergi jika ibuku juga pergi.

Sangat tidak adil ketika aku melihat anak seumuranku bahagia dengan orang tuanya sedangkan aku? Aku Kehilangan semuanya.

Aku tidak tau kenapa Allah memilihku sebagai salah satu manusia yang hidup dengan takdir yang keras seperti ini. entah darimana Allah melihat ketangguhan serta kemampuanku untuk melewati semua ini. 

Setiap malam harus menangis karena kasian pada diri sendiri, bahkan setiap hari diri ini harus Berpura-pura terlihat baik baik saja di hadapan semua orang. Aku menahan semua rasa sendiri.

Bagaimana bisa tuhan memberiku ujian seberat ini kepada aku yang lemah dan bagaimana aku bisa percaya bahwa aku mampu untuk menghadapi ujian seberat ini tanpa bantuan siapapun selain Allah sedang aku ragu kepada diriku sendiri, dan hebatnya aku sampai di titik sekarang.

Oleh karena itu pintaku pada yang kuasa "sekiranya jika memang ini sudah jalan takdir darimu semoga aku selalu diberi kekuatan dan rasa sabar yang tiada batasnya untuk menjalani jalan takdirku"


1 Komentar untuk "NAMAKU NALARA ( Kisah Nyata)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel